Wacana impor beras yang kini terus bergulir betul-betul sangat meresahkan petani, khususnya yang ada di ladang dan sawah pedesaan.
Impor beras itu prosesnya sudah korup.
Persoalan anjloknya harga komoditas pertanian, apakah itu singkong atau gabah di tingkat petani, selalu harus dilihat dari dua pendekatan, makro dan mikro. Demikian dikatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah agar mengkaji kembali rencana untuk melakukan impor beras disaat para petani di Indonesia akan melakukan panen raya tahun ini.
Salah satu komitmen Balitbangtan adalah mengembangkan teknologi pertanian ramah lingkungan.
Saking menjanjikannya, kata Firdaus, gaji seorang profesor di Institut Pertanian Bogor saja kalah besar dari perajin atau petani tanaman hias.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI ) meminta pemerintah melalui kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga Bulog berkolaborasi pacu produktifitas beras nasional dengan menaikan harga beli gabah petani.
Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun membuat banyak petani banting setir menanam porang. Namun, budidaya tanaman porang terhambat kelangkaan dan mahalnya harga benih.
Tumpas mafia pangan
Ada 2 pasal yang secara eksplisit menyatakan bahwa impor pangan atau pangan pokok harus memperhatikan kepentingan petani dan lainya.