Penerimaan negara dari hilirisasi ini tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk memperbaiki risiko kerusakan lingkungan, gejolak sosial di masyarakat termasuk penanganan gugatan di WTO.
Partai NasDem tidak mempersoalkan klaim kedekatan PKS dengan Anies Baswedan. Klaim kedekatan Anies dengan PKS tersebut merespon naiknya elektabilitas Partai NasDem di survei Litbang Kompas.
Saya prihatin dengan penolakan Lippo untuk bertanggung jawab atas permasalahan Meikarta yang digugat konsumen, dengan alasan mereka tidak lagi menjadi pemilik saham MSU. Kok kesannya lari dari tanggung jawab.
Jokowi harusnya malu dengan beredarnya kabar ini. Ia perlu memberi penjelasan kepada publik agar tidak dicap sebagai pembohong.
Presidennya kan Jokowi. Dia yang punya kewenangan menetapkan kebijakan. Para menteri harusnya patuh dan melaksanakan kebijakan yang presiden tetapkan, bukan malah menentang.
PSSI harus dapat menaungi semua cabang. Bukan hanya sepak bolanya saja. Sepak bola amputasi juga sudah masuk piala dunia, berharap 4 tahun lagi bisa masuk piala dunia dan bisa lolos kualifikasinya. Tentu perlu perhatian yang juga baik.
Pertama, proses sudah berjalan, selamat untuk Pak Erick Thohir jadi Ketua Umum PSSI. Tentu semua punya harapan besar. Mudah-mudahan tidak cuma sekedar menjadi kendaraan untuk popularitas dan sebagainya. Tapi kami percaya bahwa beliau mau memperbaiki persepakbolaan Indonesia.
Menurut saya BRIN bukan saja tidak mampu mengkonsolidasikan anggaran riset dari berbagai badan litbang kementerian teknis, namun juga tidak mampu menahan agar anggaran riset tersebut tidak dialihkan untuk kegiatan nonriset di kementerian teknis. Dengan peleburan 34 lembaga Iptek kedalam BRIN, praktis anggaran riset pemerintah terpusat di dalam BRIN, yang pada tahun 2023 dialokasikan sebesar Rp 2.2 triliun atau 0.01 persen terhadap PDB.
Kita fokus pada kehati-hatian dan saat ini sedang masuk fase uji coba untuk memastikan kebijakan ini saat diterapkan tidak merugikan masyarakat tapi benar benar meningkatkan layanan.
Bukan tanpa alasan, menurut dia ketidakyakinan itu lantaran proyek ini dirasa sudah bermasalah sejak awal. Mulai dari penggantian pelaksana proyek yang awalnya diinisiasi akan dikerjakan Jepang kemudian dalam tender dimenangkan oleh China.