Berdasarkan Order of Business, Sidang Paripurna Kedua dalam rangkaian Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly atau AIPA kali ini memiliki 3 agenda utama.
Karena tantangan ke depan ada banyak, seperti green economy, berbagai inovasi trading dan lain sebagainya. Jadi harus dipersiapkan. Kalau kita di DPR salah satunya ini dengan menyiapkan SDM unggul untuk masa depan.
Hal tersebut disampaikan Puan saat membuka Rapat `Young Parliamentarians of AIPA` (YPA) yang menjadi rangkaian dalam Sidang AIPA ke-44.
Jadi pendekatannya adalah pendekatan ekonomi yang kita dorong, ini kesepakatan sebetulnya sudah disetujui di AIPACODD di Bogor beberapa waktu yang lalu. Jadi kali ini, di Sidang Umum AIPA ini menyetujui, menguatkan, mengokohkan keputusan yang sudah dibuat di AIPACODD.
Ketua MPR: Jelang Sidang Tahunan MPR, Pimpinan MPR Akan Rapat Konsultasi dengan Presiden Jokowi
Kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat pada tanggal 2 Mei 1960, sebagai kunjungan kepala negara pertama di dunia ke Maroko pasca-kemerdekaan. Lalu keberadaan Jalan Soekarno, sebagai salah satu jalan utama di Rabat, menjadi bukti penguat dekatnya hubungan Indonesia dan Maroko.
KPK mengaku heran mengapa Paulus yang berstatus buronan bisa mengganti nama di Indonesia dan memiliki paspor negara lain.
Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini untuk menjaga stabilitas politik, keamanan dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan. Karena, kawasan ASEAN ini merupakan kawasan yang sangat strategis ke depan, dan memang kawasan yang banyak dilirik karena mempunyai data tarik yang besar.
Parlemen harus ikut berperan membangun hubungan komunikasi diplomasi yang lebih besar lagi dengan negara-negara lain. Karena anggota parlemen kan Wakil Rakyat, jadi tentu bicara people to people atau heart to heart mewakili rakyat. Mungkin dengan pendekatan seperti itu akan mudah membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan negara lain.
Saya kira itu (ekonomi hijau) nanti akan menjadi salah satu juga pembicaraan. Karena selain hasil resolusi, kita juga akan ada joint communique. Jadi para Ketua Parlemen ini akan berbicara mulai nanti siang, di dalam satu general debate dan pernyataan ketua-ketua parlemen dan (negara) observer, nanti tentu akan kita rangkum.