Rusia memproduksi rata-rata 10,6 juta barel per hari dan mengalahkan Arab Saudi yang rata-rata produksi minyaknya mencapai angka 9,9 juta barel per hari.
JMMC harus memantau dan melaporkan tingkat kesesuaian anggota.
Negeri Petro Dollar itu sudah berjanji akan memompa tambahan 2 juta barel per hari, tetapi para ahli energi percaya itu tidak bisa lebih dari satu juta.
Zanganeh menyebut ketegangan antara Teheran dan Washington sebagai "perang dagang". Meski begitu, ia meyakinkan bahwa Iran tidak akan patah arang memproduksi minyak untuk diekspor.
Wakil Presiden pertama Iran, Eshaq Jahangiri, juga memperingatkan produsen saingan OPEC, Arab Saudi tidak akan memiliki tempat di Teheran, pasar minyak internasional.
Permintaan tersebut menyusul laporan bahwa Arab Saudi diam-diam menaikkan produksi minyaknya ke rekor tertinggi bulan ini.
Hal ini menunjukkan kemungkinan titik kritis dari kelebihan pasokan
Para analis mengatakan bahwa kenaikan produksi minyak mentah telah mengambil alih sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Republik Islam Iran mengumumkan siap bekerjasama dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memegang kendali atas pasokan minyak mentah
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memelopori upaya untuk menstabilkan harga minyak