Keputusan DPP Partai Golkar mengembalikan pucuk pimpinan DPR kepada Setya Novanto (Setnov) dinilai berpotensi menimbulkan konflik internal partai.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) dinilai memiliki ambisi politik menuju Pilpres 2019.
Partai Golkar memutuskan untuk mengembalikan posisi Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua DPR. Lalu apa alasan Golkar mengembalikan posisi Setnov sebagai Ketua DPR?
Pergantian Ade Komaruddin (Akom) sebagai Ketua DPR kepada Setya Novanto (Setnov) merupakan hak prerogatif Partai Golkar.
Presiden Jokowi dituding di balik pencopotan Ade Komaruddin (Akom) sebagai Ketua DPR. Golkar dinilai telah menjadi alat kepentingan kekuasaan.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) dinilai picik terkait pencopotan Ade Komaruddin sebagai Ketua DPR.
Rapat pleno Partai Golkar memutuskan untuk mencopot Ade Komaruddin (Akom) sebagai Ketua DPR. Sementara, Setnov didorong kembali pimpin DPR.
Informasi pencopotan Ade Komaruddin sebagai Ketua DPR beredar. Informasi pencopotan Akom tersebut dari politikus muda Partai Golkar Indra J Piliang.
Isu gerakan penarikan uang secara besar-besaran atau rush money pada 25 November 2016 di Medsos dinilai berbahaya dan mengancam perekonomian nasional.
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR diharapkan tidak menjadi alat pembunuh bagi setiap anggota dewan yang dianggap sebagai lawan politik.