Ini adalah vaksin ketiga setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna yang disetujui oleh agensi yang berbasis di Amsterdam untuk orang dewasa.
Produsen obat Amerika Serikat (AS) bulan lalu mengatakan obat oral sekitar 89 persen efektif dalam mencegah rawat inap atau kematian bila dibandingkan dengan plasebo, berdasarkan hasil sementara pada sekitar 1.200 orang.
Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kurang efektif di Afrika Selatan dalam menjaga orang yang terinfeksi virus keluar dari rumah sakit sejak varian Omicron muncul bulan lalu.
Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan bahwa gugus tugas multi-kementerian telah menerima rekomendasi Komite Ahli Vaksinasi COVID-19 untuk menggunakan dosis pediatrik vaksin Pfizer-BioNTech/Comirnaty COVID-19 untuk anak-anak berusia antara lima dan 11.
Keputusan FDA datang sehari setelah perusahaan merilis hasil tes laboratorium yang menunjukkan tiga dosis efektif melawan Omicron, sementara dua dosis mungkin tidak cukup untuk menghentikan infeksi, meskipun masih dapat mencegah penyakit parah.
Perusahaan Jerman-Amerika Serikat (AS) mengatakan dua dosis vaksin mereka menghasilkan antibodi penetralisir yang jauh lebih rendah tetapi masih bisa melindungi terhadap penyakit parah.
Sigal, seorang profesor di Institut Penelitian Kesehatan Afrika, mengatakan di Twitter ada penurunan yang sangat besar dalam netralisasi varian Omicron relatif terhadap jenis COVID sebelumnya.
Jika vaksin AstraZeneca-Oxford diikuti dengan suntikan Moderna atau Novavax, antibodi yang lebih tinggi dan respons sel T diinduksi dibandingkan dua dosis AstraZeneca-Oxford, menurut para peneliti di Universitas Oxford.
Peluncuran vaksinasi untuk anak-anak dengan usia tersebut dapat dimulai pada 10 Januari 2022.
BioNTech mengatakan telah mulai mengerjakan vaksin yang dirancang untuk Omicron, bersama dengan mitra Pfizer.