Dia mengatakan perjanjian antara kekuatan dunia dan Iran jauh dari ideal tetapi merupakan kompromi penting yang dicapai setelah 12 tahun negosiasi.
Trump mengatakan kepada wartawan tentang rencana itu sekitar 24 jam setelah secara resmi menarik diri dari perjanjian era Obama, menyebutnya kesepakatan yang cacat.
Alasan sebenarnya menandatangani perjanjian 2015 adalah untuk membuatnya tunduk pada tuntutan Amerika.
Iran siap menerima keputusan apapun dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan akan mundur dari perjanjian nuklir.
Jika AS melanggar perjanjian internasional yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, kata Yermakov, maka ia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya
Donald Trump masih bergeming untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015.
Perjanjian itu ditandatangani saat kunjungan Dewan Kepausan, Jean-Louis Tauran untuk Dialog Antaragama di Vatikan, selama kunjungannya ke Kerajaan pada 26 April lalu
Macron membeberkan alasan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran
Teheran mengancam akan keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).
Mantan Walikota New York, Amerika Serikat, Michael Bloomberg siap menggelontorkan dana sebesar $4,5 juta