Putin siap membalas Amerika Serikat (AS), jika negara tersebut keluar dari perjanjian nuklir jangka menengah atau INF (Intermediate Range Nuclear Forces).
Turki telah menolak tuduhan pemerintah Suriah bahwa mereka tidak memenuhi kewajibannya di bawah perjanjian untuk menciptakan zona demiliterisasi di sekitar wilayah Idlib yang ditentang oposisi.
Awal bulan ini, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa perjanjian dengan Qatar dicapai dalam beberapa pekan terakhir untuk membiayai pembelian bahan bakar untuk pembangkit listrik Gaza .
Washington akan keluar dari perjanjian senjata nuklir yang berusia 31 tahun dengan Moskow, dengan alasan Rusia melanggar perjanjian dan menuntut masuknya China.
Sebelumnya, administrasi Trump akan memberi tahu para pemimpin Rusia minggu depan tentang rencana untuk keluar dari perjanjian penting, sebagian untuk memungkinkan Amerika Serikat melawan pembangunan senjata China di Pasifik.
Perjanjian tersebut menyulitkan AS mengembangkan senjata baru untuk memerangi upaya China yang berupaya mendominasi penguasaan senjata nuklir di Pasifik Barat.
Perjanjian ini di antaranya melarang memproduksi rudal nuklir dengan jarak tempuh 500 hingga 1.000 km. Hanya saja menurut Trump, Rusia masih melanggar ketentuan perjanjian.
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton mendorong Presiden Donald Trump untuk mundur dari perjanjian yang dirancang untuk mencegah perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia.
Kedua pemimpin juga melakukan pertukaran tinta sekitar 20 perjanjian bilateral di berbagai bidang seperti pertahanan, energi nuklir, eksplorasi ruang angkasa dan perdagangan.
Pemerintah mencanangkan pemberian pensiunan bagi guru yang diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)