Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memperingatkan bahwa Pyongyang tampaknya bersiap untuk menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.
Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat di tengah tanda-tanda yang berkembang bahwa Pyongyang dapat segera menindaklanjuti ancamannya untuk memulai kembali pengujian ICBM.
Pyongyang yang akan dihukum dengan sanksi baru.
Kim dan Ri menghadiri pertunjukan seni di Teater Seni Mansudae di ibukota Pyongyang untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek.
Penembakan Senin yang disebut Korea Selatan rudal balistik jarak pendek menandai uji coba senjata keempat Korea Utara bulan ini saat Pyongyang mengerahkan kekuatan militernya sambil mengabaikan tawaran pembicaraan dari Amerika Serikat (AS).
Panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memantau sanksi terhadap Korea Utara menuduh Pyongyang menggunakan dana curian untuk mendukung program nuklir dan rudal balistiknya guna menghindari sanksi.
Grafiti itu ditemukan saat Pyongyang menjadi tuan rumah Rapat Pleno Keempat Komite Sentral Kedelapan dari Partai Buruh Korea yang berkuasa, pada 22 Desember 2021 lalu.
Pyongyang menembakkan jenis baru rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) pada Selasa, yang terbaru dalam serangkaian tes dalam beberapa pekan terakhir, mendorong AS dan Inggris untuk mengadakan pertemuan diplomatik di New York.
Pyongyang hanya meningkatkan militernya untuk membela diri dan tidak untuk memulai perang, kata Kim dalam pidatonya di Pameran Pengembangan Pertahanan,.
Hal itu terjadi saat duta besar Pyongyang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersikeras bahwa mereka memiliki hak yang tidak dapat disangkal untuk menguji senjatanya.