Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah memamerkan rudal berkemampuan nuklir dan drone serangan baru dalam parade militer besar-besaran di ibu kota Pyongyang.
Hal itu disampaikan Sergei Shoigu usai melakukan pembicaraan dengan Menhan Korut di Pyongyang pada Rabu (26/7).
Pyongyang mengancam pembalasan nuklir atas penyebaran militer AS yang meningkat di semenanjung.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matt Miller juga mengutip sejarah Pyongyang yang menganiaya tahanan.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang berjanji untuk bekerja sama dengan komunitas internasional memperketat sanksi terhadap Pyongyang.
Rambut palsu dan pupuk berada di urutan pertama dan menjadi pengiriman utama Negeri Tirai Bambu ke Pyongyang.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pyongyang akan melanggar hukum internasional jika meluncurkan satelit mata-mata militer.
Pyongyang mengatakan minggu ini bahwa pihaknya siap meluncurkan satelit mata-mata militer pertamanya.
Sejak 1990-an, Pyongyang mempermasalahkan NLL dengan alasan bahwa NLL seharusnya berada jauh di selatan.
Senjata itu terbang menuju perairan timur Semenanjung Korea setelah diluncurkan dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang, sekitar pukul 7.10 pagi, kata militer dalam sebuah pernyataan.