Dalam dua tahun tarakhir, Korea Utara sudah berani mengambil langkah sepihak, termasuk menghentikan uji coba nuklir dan misilnya, demi membangun kepercayaan AS. Sebaliknya, Washington justru menodong Pyongyang.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan, tidak ada lagi alasan Pyongyang untuk terikat moratorium deklarasi balistik rudal balistik dan uji coba bom nuklir.
Rapat pleno partai Korea Utara itu dilakukan seminggu setelah Pyongyang mengadakan Pertemuan Militer Pusat Partai Buruh yang berkuasa
Korea Utara berjanji akan melakukan uji coba rudal "kejutan Natal" jika AS tidak datang ke meja perundingan. Pyongyang mencatat tidak akan menyerah pada tekanan Washington karena sudah tidak ada ruginya.
Pertemuan tiga pihak di kota Chengdu, China barat daya itu dilakukan di tengah tuntutan Pyongyang agar diberi keringanan sanksi pada akhir tahun.
China dan Rusia mengusulkan agar DK mencabut beberapa sanksi PBB terhadap Korea Utara untuk mendorong dialog antara Pyongyang dan Washington.
Pyongyang mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji yang sangat penting di lokasi mesin rudal, mungkin tes darat dari mesin untuk menyalakan peluncur satelit atau rudal balistik antarbenua (ICBM).
Washington menyerukan Pyongyang untuk menghindari provokasi dan mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB
Departemen Luar Negeri AS dikabarkan mengatakan bahwa Washington sudah menerima undangan dari Swedia untuk melanjutkan dialog dengan perwakilan Pyongyang di sana dalam dua minggu ke depan.
Pyongyang bersedia melakukan diskusi komprehensif dengan AS pada akhir September pada suatu waktu dan tempat yang disepakati kedua belah pihak.