Meskipun Pyongyang menyebut tes itu sebagai peringatan keras terhadap tetangga koreanya, Trump mengatakan, rudal tersebut merupakan peluru kendali jarak dekat yang banyan dimiliki negara lain.
Laksamana Phil Davidson menyebut Korea Utara ancaman paling dekat dan tidak diragukan lagi Pyongyang masih mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik jarak jauh.
Pyongyang mempertimbangkan kembali komitmennya sendiri untuk menghentikan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Umpatan itu disampaikan setelah Balton menyebut uji coba rudal jarak pendek Pyongyang awal bulan ini sebagai sebuah pelanggaran terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Korea Utara meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, menindak Amerika Serikat (AS) atas tindakan ilegal merebut kapal kargo milik Pyongyang
Tokyo menuding bahwa Pyongyang bertanggung jawab atas penculikan 17 warga negaranya.
Beberapa hari lalu, Pyongyang menembakkan "beberapa proyektil jarak dekat" di lepas Pantai Timur dari Semenanjung Hodo dekat Kota Wonsan.
Akhir November 2017, Pyongyang menembakkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15.
Proses denuklirisasi pun mandek sejak perundingan Washington-Pyongyang Februari lalu tak mencapai kesepakatan apapun.
Rusia telah menyerukan Gedung Putih agar sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap Korea Utara dikurangi. Namun, AS menuduhnya berusaha membantu Pyongyang menghindari sanksi.