Kim Jong un akan bertemu Putin pada Kamis (25/4)di pelabuhan Vladivostok Rusia Pasifik Rusia untuk membahas kebuntuan tentang program nuklir Pyongyang.
Moon mengatakan tidak akan menginginkan Pyongyang dan Washington untuk menghentikan dialog terlalu lama, dan dia percaya bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan pada akhirnya.
Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, Pyongyang hanya menuntut pencabutan sebagian sanski sebagai imbalan untuk menutup kompleks nuklir utamanya.
Ini berarti Korut harus menghapus seluruh program senjata pemusnah massal di Pyongyang, termasuk rudal balistik antarabenua.
Pyongyang menggunakan fasilitas sipil, termasuk bandara, untuk perakitan rudal balistik dan pengujian dengan tujuan untuk mengkelabui publik.
Di hadapan Komite Intelijen Senat, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats membeberkan bahwa Pyongyang tidak sepenuhnya setuju melakukan denuklirisasi.
Kepada wartawan di Washington DC, pasangan Melania itu mengatakan, "dialog yang baik" sedang berlangsung dengan Korea Utara, tetapi sanksi terhadap Pyongyang akan tetap ada.
Denda tersebut datang di tengah upaya perdamaian AS dan Korut, serta strategi Presiden AS Donald Trump membujuk pemimpin Korut Kim Jong Un, agar melucuti fasilitas nuklir Pyongyang.
Kim, lahir di Pyongyang pada tahun 1922, dibawa ke sebuah rumah bordil militer di China pada tahun 1940 selama pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea.
Pyongyang September lalu berjanji akan melakukan denuklirisasi termasuk pembongkaran permanen fasilitas nuklir di Yongbyon.