Di hadapan Komite Intelijen Senat, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats membeberkan bahwa Pyongyang tidak sepenuhnya setuju melakukan denuklirisasi.
Kepada wartawan di Washington DC, pasangan Melania itu mengatakan, "dialog yang baik" sedang berlangsung dengan Korea Utara, tetapi sanksi terhadap Pyongyang akan tetap ada.
Denda tersebut datang di tengah upaya perdamaian AS dan Korut, serta strategi Presiden AS Donald Trump membujuk pemimpin Korut Kim Jong Un, agar melucuti fasilitas nuklir Pyongyang.
Kim, lahir di Pyongyang pada tahun 1922, dibawa ke sebuah rumah bordil militer di China pada tahun 1940 selama pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea.
Pyongyang September lalu berjanji akan melakukan denuklirisasi termasuk pembongkaran permanen fasilitas nuklir di Yongbyon.
Kabarnya, pertemuan tersebut akan digelar dalam waktu sesegera mungkin, setelah perwakilan AS menemui Kim secara langsung di Pyongyang pada Minggu (7/10) kemarin.
Peningkatan kerjasama yang belum pernah terjadi sebelumnya dan saling percaya di semenanjung Korea yang sempat terputus, dimasukkan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan puncak Pyongyang
Moon datang ke Pyongyang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antar Korea, bersama Pemimpin Korut Kim Jong Un.
China adalah mitra dagang terbesar Korea Utara dan batubara adalah ekspor utama. Dari tahun 1996 hingga 2001, Jepang adalah mitra dagang terbesar Pyongyang.
Padahal sebelumnya latihan ini berkali-kali membuat Korut sewot, hingga akhirnya Pyongyang memberikan psy war lewat uji coba rudal nuklir.