Ada lima elemen yang harus bahu membahu atau yang dikenal dengan penta helix dalam perang melawan stunting. Penta helix sendiri sudah terbukti manjur dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air.
Masalah stunting masih menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia (SDM). Saat ini, status Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Asia Tenggara terkait kasus balita stunting.
Agar stunting ini dapat dipahami seluruh masyarakat, berbagi ilmu pengetahuan menjadi sangat penting.
Peran bidan yang berada di wilayah dengan prevalensi stuntingnya tinggi, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Barat (Sulbar) jauh lebih besar.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BKKBN dan PT Pelindo melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan memberikan bantuan kepada lima desa.
Tugas BKKBN adalah melaksanakan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana melalui program Bangga Kencana dimana dulunya program ini sering dikenal dengan program KB.
Untuk mencegah stunting itu kuncinya 4T, yaitu terlalu muda usia melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran dari anak 1 ke anak selanjutnya, terlalu tua usia melahirkan (tidak lebih dari 35 tahun), dan terlalu sering melahirkan adalah kunci mencegah stunting
Kesempatan mencegah stunting ada pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang terhitung sejak pertemuan antara sel telur dan sel sperma hingga anak berusia 2 tahun
Dwi mengatakan, beberapa langkah strategis yang akan dilakukan BKKBN terutama adalah bagaimana mencegah terjadinya prematuritas diantaranya adalah melalui pengawalan calon pengantin perempuan.
Komisi IX juga turun langsung ke lapangan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait cara mencegah agar anak-anak tidak terlahir dalam keadaan stunting.