Selasa, 23/06/2026 18:16 WIB

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, Dasco Minta Pertamina Segera Bertindak





kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan industri nasional sekaligus nasib puluhan ribu tenaga kerja.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri usai menerima laporan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) puluhan ribu pekerja industri keramik di Bekasi, Jawa Barat, akibat tingginya harga gas industri.

Momen itu terjadi saat Dasco menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di Jakarta, Selasa (23/6).

Sebelum menyampaikan sambutan, Dasco menelepon langsung Dirut Pertamina dan menyampaikan keluhan yang diterimanya dari kalangan buruh terkait lonjakan harga gas.

“Halo, Pak Dirut Pertamina, ini saya lagi di Raker KSPI. Ya, saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi, ini saya tadi sudah rancang pidato cuma buyar semua nih gara-gara soal gas,” kata Dasco saat melakukan panggilan telepon yang disaksikan peserta Rakernas.

Dalam percakapan yang diperdengarkan kepada audiens tersebut, Simon memastikan akan segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk untuk mencari solusi atas persoalan pasokan dan harga gas industri.

“Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian,” ujar Simon.

Menanggapi hal itu, Dasco mengungkapkan adanya ancaman PHK terhadap sekitar 55 ribu pekerja di sejumlah pabrik keramik di Bekasi apabila persoalan harga gas tidak segera ditangani.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan industri nasional sekaligus nasib puluhan ribu tenaga kerja.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea menyebut harga gas industri yang sebelumnya sekitar 6 dolar AS kini melonjak hingga mencapai 23 dolar AS per million metric british thermal units (MMBTU).

“Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup. Itu Granito, satu lagi menyusul Milan Keramik dan Mulia Keramik, karena gas industri. Ini bahaya sekali,” kata Andi.

Andi menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bahlil Lahadalia untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam beberapa hari ke depan guna memastikan pasokan gas bagi industri dalam negeri tetap terjaga dan tidak memicu gelombang PHK.

“Kita penghasil energi terbesar di dunia, alangkah mirisnya kita malah kekurangan gas di dalam negeri, kita malah ekspor. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Dirut Pertamina gelombang PHK industri keramik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :