Sebelum pandemi COVID-19, kematian ibu masih di angka 305 per 100.000 kelahiran hidup, dan bayi sebesar 24 per 1.000 kelahiran hidup.
Saat ini, BKKBN bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting. Salah satunya, melalui program pengabdian masyarakat (KKN Tematik).
Muhadjir mengajak semua pihak menggencarkan perang melawan stunting yang masih menjadi kendala besar dalam menyiapkan genersi unggul, dan kompetitif untuk Indonesia yang lebih cerdas, dan bahagia.
Dalam kerja sama ini, hal yang harus disentuh pertama-tama bukan masyarakat atau penduduk sudah menikah, tetapi parah mahasiswa/i yang nanti pada akhirnya akan menuju ke jenjang pernikahan.
Artinya, dalam kurang waktu tiga tahun ke depan, angka stunting yang harus diturunkan sebesar 11 persen.
Capaiannya sebesar 60 persen sementara cakupan lansia yang sudah divaksinasi di Kabupaten Boyolali terbilang cukup tinggi.
Bantuan tersebut, di antaranya diperuntukkan bagi bidan sebagai tenaga penyuntik (vaksinator) vaksin COVID-19 melalui program vaksinasi keluarga.
BKKBN juga akan menyalurkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program KB yang di antaranya dialokasikan untuk membayar klaim dokter dan bidan yang melakukan pelayanan KB, seperti tindakan vasektomi (MOP) dan tubektomi (MOW).
Meski angka stunting DIY tergolong rendah dan di bawah rata-rata nasional, namun pemerintah setempat berupaya mempercepat penurunan dengan berbagai cara.
Penanganan stunting penting dilakukan untuk memastikan kualitas SDM desa terjaga dengan baik.