Untuk mencapai angka stunting 14 persen di tahun 2024 sangatlah tidak mudah, namun demikian hal tersebut bukan mustahil untuk dicapai.
BKKBN saat ini sedang mengembangkan DASHAT, sebuah program inisiatif Dapur Sehat untuk mengatasi stunting melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, calon pengantin, dan keluarga dengan risiko tinggi stunting
Transformasi kebijakan pangan perlu mempertimbangkan aspek mutu, keterjangkauan, keragaman, maupun keberlanjutan yang fokus pada konsumen dan keberlanjutan sektor pertanian.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Kabinet Indonesia Jilid II, Prof. Mohammad Nuh meminta pemerintah mewaspadai fenomena stunting learner, yang diakibatkan oleh kesenjangan digital selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Perpres tersebut merupakan payung hukum dari Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018.
Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.
Anggaran tersebut akan diarahkan untuk melanjutkan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program JKN.
Indonesia masih punya pekerjaan rumah mendasar dalam peningkatan kualitas SDM.
BKKBN mengajak semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian serius terhadap stunting, termasuk mengedukasi masyarakat agar memahami stunting dan bagaimana cara mencegahnya.
Budi menjelaskan program padi biofortifikasi sangat dibutuhkan oleh daerah seperti Pandeglang, selain pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat diperoleh juga pangan yang kaya akan gizi.