Tantangan saat ini adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar bertanggung mengatasi masalah stunting.
Program penurunan tingkat stunting adalah hal yang paling tepat agar kemudian program ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Beberapa tantangan di Indonesia yang meningkatkan risiko stunting pada anak, di antaranya ibu hamil dengan anemia, berat dan panjang badan lahir rendah, kasus bayi lahir prematur, perkawinan anak dan jarak kelahiran.
Pemerintah Desa tolong berkontribusi betul program stunting, yaitu pertumbuhan yang tidak baik (tak optimal) di 1.000 hari pertama masa kehidupan, karena kekurangan gizi (bisa menyebabkan) stunting
Pemerintah Desa tolong berkontribusi betul program stunting, yaitu pertumbuhan yang tidak baik (tak optimal) di 1.000 hari pertama masa kehidupan, karena kekurangan gizi (bisa menyebabkan) stunting
Gerakan Satu Hati (GSH) merupakan upaya massive dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, pemerintah hingga swasta.
Keberhasilan kerjasama lintas sektoral ini terlihat pada keberhasilan Kabupaten Malang menurunkan prevalensi stunting menjadi 10,9 persen pada Februari 2021
Di tingkat Desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan antenatal care (pemeriksaan kehamilan) atau perawatan bayi baru lahir masih belum terasa gaungnya.
hal ini sesuai pilar keempat, yaitu terkait Ketahanan Pangan dan Gizi yang menjadi tanggung jawab Kementan dalam Lima Pilar Strategi nasional Stunting.
Anemia dan keterpaparan terhadap asap rokok juga memiliki dampak pada gangguan kehamilan dan janin.