Selasa, 23/06/2026 22:24 WIB

Legislator Golkar: Perpustakaan Harus Ikuti Gaya Belajar Gen Z





Perpustakaan bisa diubah menjadi coworking space gratis, ruang komunitas, ruang diskusi publik, studio podcast sederhana, hingga ruang editing video

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Atalia Praratya. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota MPR RI Atalia Praratya mendorong pembenahan menyeluruh terhadap fungsi perpustakaan di Indonesia agar lebih relevan dengan kebutuhan generasi Z. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi cukup hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi harus bertransformasi menjadi ruang kreatif dan kolaboratif.

Atalia mengusulkan agar perpustakaan dapat dikembangkan menjadi coworking space gratis, ruang komunitas, ruang diskusi publik, hingga fasilitas kreatif seperti studio podcast sederhana dan ruang editing video.

“Perpustakaan bisa diubah menjadi coworking space gratis, ruang komunitas, ruang diskusi publik, studio podcast sederhana, hingga ruang editing video,” ujar Atalia dalam keterangan resminya, Selasa (23/6).

Selain itu, ia juga mendorong perpustakaan untuk memanfaatkan platform digital yang dekat dengan generasi muda, seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, sebagai sarana diseminasi informasi dan edukasi.

Atalia dari Fraksi Partai Golkar menilai koleksi perpustakaan juga perlu diperbarui agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya buku cetak, perpustakaan menurutnya perlu memperkaya konten dalam bentuk siniar, video edukasi, buku elektronik, jurnal, infografis, hingga nawala digital.

“Jadi, citra yang ingin dibangun adalah perpustakaan sebagai ruang eksplorasi ide,” katanya.

Ia mengaitkan usulan tersebut dengan hasil survei Jakpat yang menunjukkan generasi Z sebagai kelompok paling aktif dalam aktivitas literasi, dengan 26 persen responden menunjukkan minat membaca. Sementara itu, generasi milenial berada di posisi kedua dengan 20 persen.

Jakpat dalam surveinya juga mencatat bahwa Gen Z cenderung menyukai beragam bentuk bacaan, mulai dari artikel daring, buku fisik, hingga buku elektronik.

Atalia menambahkan, karakter Gen Z yang tumbuh bersama teknologi membuat mereka lebih cepat beradaptasi, kritis terhadap isu sosial, serta memiliki kecenderungan kolaboratif dalam belajar dan berkarya.

Gen Z adalah generasi yang tumbuh bersama internet dan teknologi. Mereka cepat adaptasi, mengakses informasi secara instan, kritis terhadap isu sosial, serta memiliki karakter yang mandiri, kreatif, dan kolaboratif,” ujarnya.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Fraksi Golkar Atalia Praratya Gen Z perpustakaan digital generasi millenial




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :