Dalam studi tersebut, 46,8 persen siswa menyatakan belajar di rumah tidak menyenangkan dengan alasan terbanyak ialah terlalu banyak tugas dari guru.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengklaim tidak ada kenaikan uang kuliah tunggal (UKT), selama proses Belajar dari Rumah akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).
Perpanjangan ini telah dilakukan sebanyak tiga kali, karena belum berakhirnya pandemi Covid-19.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyarankan kepada Kemendikbud jika benar ingin membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah, sebaiknya diuji dan dilakukan secara bertahap. Mengingat tingkat resiko penularan Covid-19 di daerah berbeda-beda.
Lestari Moerdijat meminta pemerintah mendengarkan berbagai masukan, seperti dari pakar pendidikan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk menentukan metode belajar mengajar paling efektif di tengah wabah
Syarief Hasan menuturkan bahwa Pemerintah harusnya belajar dari beberapa Negara yang melakukan pelonggaran pembatasan dengan pertimbangan matang.
Tenaga pengajar maupun pelajar harus melangsungkan kegiatan belajar dari rumah.
Hal itu perlu dilakukan agar ke depannya dunia pendidikan Indonesia tidak tergagap-gagap bila kembali dihadapkan pada kondisi serupa.
Sebuah survei keluarga di Inggris menunjukkan bahwa siswa kaya menghabiskan waktu untuk pendidikan lebih lama dari pada siswa miskin
Seiring dengan instruksi pemerintah agar semua peserta didik Belajar dari Rumah, pengelola PAUD dituntut siap berkreasi, berinovasi, serta bertranformasi dengan informasi dan teknologi (TI) digital.