Perlu ada figur muda yang memiliki prestasi politik sekaligus peka terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat untuk menduduki kursi Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto.
Presiden Jokowi disebut-sebut berpotensi mengambil alih Ketua Umum Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Bagaimana tanggapan politikus PDI Perjuangan (PDIP)?
Di tengah elektabilitas yang terjun bebas, Partai Golkar saat ini membutuhkan figur yang bersih dari kasus tindak kejahatan korupsi dan tentu berpengalaman.
Sejumlah pihak, baik di internal dan ekternal mendorong digelarnya Munaslub Partai Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Laka Lena memprediksi jika dalam waktu dekat ini Setya Novanto akan mundur
Di tengah kisruh internal Partai Golkar, ada keinginan Presiden Jokowi yang terpendam terhadap partai berlambang pohon beringin itu.
Dikatakan Andi, Azmin Aulia kenal dekat dengan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos. Paulus Tanos merupakan salah satu pengusaha yang ikut dalam konsorsium e-KTP.
Airlangga Hartarto diyakini dapat menyelamatkan Partai Golkar dari kehancuran. Untuk itu, Airlangga digadang-gadang untuk maju sebagai ketua umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto.
Pengusaha Andi Narogong menyebutkan nama Oka Masagung sebagai orang yang dipercayai oleh Setya Novanto untuk mengurus asetnya.
Tak hanya itu, Irman dalam kelanjutannya juga kembali meminta uang kepada Andi. Irman, sebut Andi, meminta uang sebesar 700.000 dollar AS kepadanya.