AS gagal memberikan bukti yang cukup untuk membenarkan serangan pesawat tak berawak pada Januari terhadap konvoi Jenderal Soleimani saat meninggalkan Bandara Baghdad.
Sistem pertahanan udara di Irak telah mencegat roket yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat Baghdad.
Pada 26 Juni 1993, Presiden Bill Clinton memerintahkan serangan rudal terhadap Baghdad setelah rezim Hussein berencana untuk membunuh Presiden George HW Bush.
Sebuah rudal jatuh di pinggiran Bandara Internasional Baghdad pada Senin (8/6) kemarin. Lokasinya tidak jauh dari pangkalan militer Amerika Serikat (AS).
AS juga menggunakan tuduhan itu sebagai alasan untuk membunuh jenderal puncak Iran Qassem Soleimani dan komandan kedua PMU Abu Mahdi al-Muhandis di bandara Baghdad pada Januari.
Sebuah roket menghantam markas besar koalisi militer pimpinan Amerika di Baghdad
Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan sebanyak 45% dari listriknya, tetapi AS berusaha untuk mengambil Baghdad dari orbit Teheran.
Sejumlah roket menghantam Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang melukai setidaknya satu staf dan menyebabkan beberapa kerusakan material
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Irak akan berbaris di Baghdad pada Jumat (24/2) untuk menyampaikan pesan kepada pasukan AS bahwa "Rakyat Irak menolak kehadiran mereka dan sudah saatnya mereka meninggalkan pangkalan mereka."