Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor beras sebanyak 500.000 ton dinilai sebagai bukti lemahnya koordinasi menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.
Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor beras sebanyak 500.000 ton menjadi polemik. Sebab, impor beras tersebut akan berdampak buruk bagi petani di tanah air.
Secara keseluruhan, ekspor pada tahun 2017 tumbuh 7,9 persen, dan total surplus perdagangan tumbuh menjadi 422,5 miliar dollar.
Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait import beras sebanyak 500.000 ton dinilai justru menyengsarakan petani.
Panen selalu ada di tiap daerah di Indonesia, jika terjadi impor berarti sudah mencederai para petani di negeri ini.
Basuki Suhardiman menyatakan, keadaan pangan Indonsia saat ini sudah sangat mencemaskan.
Apabila Pemerintah beranggapan, harga daging sapi lokal terlalu mahal, sesungguhnya ekor dari kegagalan pemerintah mewujudkan swasembada daging sapi mulai era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Larangan itu mulai berlaku setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel jambu biji merah asal Mesir.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi impor minyak mentah rezim tersebut sebesar 89 persen dan sumber mata uang asing yang diperoleh Korea Utara bekerja di luar negeri.