Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah
Jakarta - Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait impor beras sebanyak 500.000 ton menjadi polemik. Sebab, impor beras tersebut akan berdampak buruk bagi petani di tanah air.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, impor beras tersebut membuktikan bahwa klaim pemerintah atas swasembada pangan hanya pepesan kosong belaka."Sebab ini pertanda bahwa klaim swasembada dan sukses kelola pangan sudah selesai. #MafiaImport katanya sudah dihabisi. kok ada lagi? Kasian petani," kata Fahri, melalui akun twitternya di @fahrihamzah, Sabtu (13/1).Kata Fahri, perlahan tapi pasti, semenjak awal Januari 2018, harga beras di beberapa daerah di Indonesia mulai merangkak naik melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, yakni 9.450/kg untuk jenis Medium dan 12.800/kg beras Premium.Baca juga :
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan impor beras khusus yang dilakukan Kementerian Perdagangan merupakan cadangan pangan selama enam hari. Menurutnya, stok beras di Bulog hanya ada 900.000 ton sedangkan kebutuhan beras di Tanah Air sebesar 2,5 juta ton per bulan."Insya Allah kedepan baik-baik saja, karena Oktober hingga Desember musim tanam, Januari berarti ada panen. Febuari sudah masuk panen puncak mengikuti tahun 2017," kata Amran saat menyambangi Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (12/1).
Jamaah Haji Pakai Caping ala Petani
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Impor Beras Petani Menteri Perdagangan Menteri Pertanian



























