Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Wikan Sakarinto mengingatkan para pimpinan perguruan tinggi vokasi (PTV), agar tidak hanya berfokus pada kompetisi keterampilan teknis (hard skills) saja.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Wikan Sakarinto mengatakan, kurikulum baru tersebut nantinya lebih fleksibel dan adaptif, guna mendukung program link and match SMK dengan industri.
Link and match pendidikan vokasi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama (MoU) belaka. Lebih dari itu, industri dituntut untuk menyerap lulusan SMK.
Sebab, sebagai bagian dari pendidikan vokasi, lulusan SMK dituntut siap untuk terjun di dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (Iduka).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan revitalisasi pendidikan vokasi di 900 sekolah menengah kejuruan (SMK), yang berbasis industri 4.0.
Sebanyak 351 program studi (prodi) sarjana terapan atau vokasi tersedia dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini.
Dalam SNMPN 2021 ini, terdapat 44 politeknik negeri se-Indonesia yang dapat menjadi pilihan para lulusan SMA, SMK, dan MA.
MMKSI tentunya akan terus berupaya untuk memberikan kontribusi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
Kebijakan tersebut, jelas Nadiem, diberikan oleh pemerintah bagi industri yang terlibat dalam melaksanakan berbagai program pendidikan vokasi.
Desa memiliki kesempatan yang luas untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, karena pemerintah dalam lima tahun mengucurkan dana yang besar untuk desa