Revolusi mental tidak boleh berhenti agar sumber daya manusia kita produktif, inovatif, berdaya saing global, berintegritas, berakhlak mulia, dengan tetap menjaga jati diri budaya bangsa.
Saya sepakat dengan pembacaan potensi tersebut, dan kita tidak boleh tinggal diam. Apalagi Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki potensi besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045 dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Hal itu penting agar suara Indonesia lebih didengar di panggung dunia dan mempermudah proses negosiasi dengan negara lain.
Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan terkait pemasangan foto dirinya dengan salah satu calon presiden (Capres) yang akan berlaga di Pilpres 2024.
Yang dibutuhkan itu adalah nafas panjang, karena kita tidak sedang jalan-jalan sore, kita juga tidak sedang lari sprint, tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari maraton untuk mencapai Indonesia Emas.
Selain kepercayaan publik, menurut Presiden, seorang pemimpin juga memerlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh komponen bangsa.
Jokowi juga mengatakan bahwa posisi presiden itu, tidak senyaman yang dipersepsikan. Sebab, kata dia, ada tanggung jawab besar yang harus diemban.
Presiden Jokowi menyinggung kode "Pak Lurah" yang kerap disematkan dalam setiap kesempatan ketika bicara soal pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024.
Menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di 2022, menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di 2022, dan menyiapkan anggaran perlindungan sosial total sejak 2015 sampai 2023 sebesar Rp3.212 triliun.
Dia mengatakan urusan capres dan cawapres merupakan domain partai politik dan gabungan partai politik.