Perang dagang AS-China yang berdampak pada penurunan harga komoditas masih menjadi faktor risiko bagi ekonomi Indonesia pada 2020
Sejumlah pelaku industri elektronik nasional telah mengekspor produknya ke Amerika Serikat. Nilainya hingga kuartal III tahun 2019, diproyeksi menembus US$1 miliar
AS berjanji akan memangkas tarif produk China dengan imbalan Beijing menambah pembelian produk pertanian, manufaktur dan energi AS senilai USD200 miliar selama dua tahun ke depan.
Beijing akan menunda penambahan tarif 10 persen dan 5 persen yang direncanakan pada beberapa impor AS dan terus menangguhkan tarif tambahan pada mobil dan suku cadang buatan AS.
Pasar masih menunggu babak selanjutnya soal Amerika Serikat (AS) dan China, yaitu kesepakatan batas pengenaan tarif atas produk China
Dikatakan bahwa RUU tersebut dapat mempengaruhi kerja sama bilateral, termasuk kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri perang dagang kedua negara.
Perusahaan China yang masuk daftar hitam pemerintah AS pada Mei mendorong pemasoknya untuk melanggar undang-undang AS.
Bea itu merupakan balasan atas pajak layanan digital baru Prancis yang menurut Washington akan merugikan perusahaan teknologi AS seperti sebagai Google, Amazon, dan Facebook.
Salah satu agenda utama dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Nusa Dua, Bali adalah penandatangan MoU antara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.