Amerika Serikat (AS) melakukan tindakan agresif terhadap seluruh bangsa, sementara PBB tetap membisu.
Perjanjian yang diteken pada Rabu (25/9) malam itu bersifat saling menguntungkan dan memotong tarif pada produk pertanian dan industri kedua negara.
Rouhani menutup pintu dialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait nuklir, jika tidak ada itikad Washington untuk menghapus sanksi.
Gugatan menyatakan bahwa perubahan itu sewenang-wenang dan berubah-ubah berdasarkan Undang-Undang Prosedur Administratif
Washington tidak mungkin melakukan kudeta terhadap pemerintahan Venzuela, Presiden Nicolas Maduro yang sah.
India menghapus Pasal 370 Konstitusi India, yang memberikan kawasan itu status khusus.
Sebagai contoh AS pendukung terorisme adalah keterlibatan militer Washington di Suriah tanpa izin dari Presiden Bashar al-Assad.
Trump kembali melontarkan tudingan yang tidak berdasar terhadap program nuklir dan rudal balistik sipil Iran, serta dukungan Teheran bagi orang-orang di negara-negara yang dilanda perang Suriah dan Yaman.
Trump diketahui memerintahkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy melakukan menyelidikan kepada salah satu saingan politiknya.
Kementerian Luar Negeri China menuduh pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memfitnah Beijing, dan mencampuri urusan dalam negerinya.