Nasib Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ditangan Presiden Jokowi. Untuk itu, saham terbesar Partai Golkar sudah dikuasai Jokowi.
Politikus Golkar menilai hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tidak perlu dilakukan.
Partai Golkar kembali dirundung konflik. Kali ini, partai pimpinan Setya Novanto ini pecah terkait hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) pasrah dan menyerahkan kasus dugaan korupsi e-KTP ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Fraksi Partai Golkar balik badan terkait hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah diputuskan sidang Paripurna DPR.
Nasib Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) jadi ajang taruhan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP.
Anggota dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Hanura merupakan yang terbanyak menyetujui usulan hak angket KPK. Berikut daftarnya:
Jika Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, apakah Golkar masih solid?
Partai Golkar diharapkan tidak memecat Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Yorrys Raweyai.
Partai Golkar menjagokan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk maju sebagai calon gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) di Pilkada 2018 nanti.