Hal itu disampaikan Novel usai menjalani vaksinasi pertama yang diadakan di Gedung KPK.
Direktur Penindakan KPK mengeluarkan statement "pasang badan"
Dia menyebut jika isu tersebut diembuskan, maka ada kepentingan sejumlah pihak yang terganggu oleh kinerja KPK.
Melalui akun twitter pribadinya, Novel berharap Listyo merupakan sosok yang berani dan antikorupsi.
Novel juga mengkritisi pimpinan KPK. Semestinya lembaga yang dipimpin Firli Bahuri itu paham, bahwa tugas penting dari KPK adalah pemberantasan korupsi pada sektor penegak hukum. Terlebih, banyaknya anggota Polri yang kini menjabat.
Dimana, Novel Baswedan sebagai Ketua Tim Satgas KPK memimpin kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Edhy Prabowo dkk di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 01.23 WIB dini hari.
Novel menilai bahwa Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 menjadi alasan banyaknya pegawai yang mundur. Dimana, kinerja KPK kini menjadi lemah akibat revisi UU KPK.
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa penyidik Novel Baswedan yang telah menangkap tiga buronan sebelumnya perlu dilibatkan dalam pencarian Harun Masiku.
Nawawi menilai bahwa protes tersebut wajar mengingat sudah satu tahun disahkannya Revisi Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019, namun Perpres Supervisi belum diterbitkan.
Menurut Novel Baswedan, setelah disahkannya revisi UU KPK dan belum adanya Perpres Supervisi maka semakin membuat KPK melemah.