Harga minyak mentah naik pada awal perdagangan karena sanksi pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahaan energi milik negara Venezuela, PDVSA
Arab Saudi berencana untuk menghabiskan 100 miliar riyal (Rp375 triliun) pada tahun 2019 dan 2020 sebagai bagian dari strategi industri besar-besaran yang bertujuan menyapih kerajaan dari minyak,
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, berencana untuk membangun dua reaktor nuklir untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak untuk pembangkit listrik.
Kelemahan China itu juga mempengaruhi negara lain. Ekspor Korea Selatan melambat ke tingkat pertumbuhan enam tahun terendah 2,7 persen pada 2018, data resmi menunjukkan pada Selasa.
Gubernur Bank Sentral Iran (CBI), Abdol Naser Hemmati mengkonfirmasi via akun Instagram-nya bahwa menyusul China, Korea Selatan, India, dan Turki, Jepang juga mulai mengimpor minyak Iran lagi.
Negeri Petro Dolar berencana membangun kilang minyak dan pabrik petrokimia sebagai bagian dari investasi bernilai puluhan miliar dolar di Afrika Selatan.
Situasi keamanan di Libya selatan memburuk dengan cepat dimanfaatkan ISIS untuk mengganggu warga dengan mengeruk kekayaan minyak dan memporak-porandakan infrastruktur air negara tersebut.
Jika tawaran China itu dikabulkan, maka negara itu akan menggandakan produksi di Yadavaran menjadi lebih dari 200.000 barel per hari (bph) dalam enam bulan
Minyak mentah berjangka Brent LCOc1 berada di US$60,70 per barel pada 09.40 GMT, naik enam sen atau 0,1 persen.
Fleksibilitas dan manfaat kesehatan tambahan membuat minyak zaitun sangat baik untuk semua masakan Indonesia favorit Anda.