Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menyentuh angka US$56 per barel untuk pertama kalinya tahun ini. Terpantau pada 01.12 GMT, masih naik 0,8 persen dari penyelesaian terakhir mereka.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Tehran memiliki "banyak opsi di atas meja" jika negara Eropa menunda komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015.
Indeks harga makanan, sebagaimana dirilis FAO, untuk seral, minyak sayur, produk susu, daging dan gula, rata-rata berada di angka 164,8 poin, dibandingkan 161,8 pada bulan sebelumnya.
Pemerintah Ethiopia memotong pajak untuk perusahaan pertambangan dalam beberapa tahun terakhir tetapi pemerintah ingin menarik lebih banyak investasi asing dan mengurangi kekurangan dolar di negara itu.
Harga minyak dunia turun pada Kamis (7/2) pagi, setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik, dan tingkat produksi di negara itu bertahan di level rekor.
Hal itu menyusul laporan menunjukkan ada kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), dan sanksi minyak Venezuela.
Zanganeh mengungkapkan meski Yunani dan Italia telah dibebaskan dari sanksi AS tersebut, namun mereka tetap tidak membeli minyak dari Iran.
Namun demikian, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan pemotongan pasokan minyak mentah yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi penurunan lebih lanjut harga minyak.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$54,77 per barel pada 02.23 GMT, naik 21 sen atau 0,4 persen.