Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kenaikan harga cabai yang saat ini mencapai ratusan ribu rupiah.
Untuk menyiasati fluktuasi harga cabai, implementasi teknologi pascapanen berupa pengolahan dan penanganan cabai segar harus dipelajari dan diterapkan mulai dari tingkat petani.
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono meminta pemerintah mengambil langkah taktis guna menekan laju harga cabai yang meroket hingga Rp 150 ribu.
BPK akan menggelar pasar cabai murah di 34 titik yang berlangsung dari tanggal 8-20 Maret.
Petani sempat merugi karena rendahnya harga cabai akibat pandemi covid-19 yang terjadi pada bulan Maret s.d September 2020.
Kebijakan di sektor pertanian diharapkan dapat betul-betul memberdayakan petani lokal dalam rangka menstabilkan dan mengatasi lonjakan harga cabai di berbagai daerah.
Selain potensi lahan yang subur dan cocok untuk pengembangan cabai, semangat petani-petani muda yang tergabung dalam kelompok milenial juga menjadi salah satu faktor keberhasilan.
Tingginya curah hujan tidak dapat dipungkiri berpengaruh pada proses produksi cabai maupun distribusinya dari wilayah produsen ke wilayah konsumen.
Kementan menyediakan distribusi transportasi agar cabai atau bawang merah dapat dibawa dari daerah yang harganya rendah ke daerah yang harganya tinggi agar produsen maupun konsumen sama-sama bisa dibantu.
Hasil panen yang melimpah tersebut rencananya akan dipasarkan ke daerah Tasik, Bandung, bahkan hingga ke Cirebon.