Minggu, 19/04/2026 19:25 WIB

Saran LaNyalla ke Pemerintah untuk Stabilkan Harga Cabai





Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kenaikan harga cabai yang saat ini mencapai ratusan ribu rupiah.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kenaikan harga cabai yang saat ini mencapai ratusan ribu rupiah.

LaNyalla menilai, salah satu penyebab ketidakstabilan harga komoditi cabai dikarenakan pemerintah belum memiliki sistem distribusi yang dapat mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahan jangka pendek dan menengah.

"Pemerintah perlu membuat sistem secara terkoordinasi antar-wilayah untuk memudahkan pasokan komoditi cabai. Pemerintah harus punya sistem distribusi yang dapat mengantisipasi persoalan ini secara serius," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (18/3).

LaNyalla menyarankan, sejatinya Indoneisa memiliki sentra-sentra penghasil holtikultura komoditi cabai atau jenis sayur-sayuran yang dapat memberikan pasokan ke daerah-daerah lain. 

"Ini harus dibuat sistemnya dengan memperhatikan waktu panen dan keadaan cuaca," tuturnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut melanjutkan, situasi melonjaknya secara drastis harga cabai semestinya tak terjadi mengingat Indonesia merupakan termasuk produsen cabai peringkat keempat dunia.

"Dengan tingkat produksi yang tinggi semestinya kita mampu membuat sirkulasi distribusi yang tersistem dan juga pengolahan atau industri penyimpanan (stok) cabai untuk beberapa waktu tertentu," terang Senator Dapil Jawa Timur itu.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis termasuk cabai rawit. 

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menegaskan, tidak ada impor untuk merespons kenaikan harga cabai yang terjadi dua bulan terakhir, namun Kementan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pasokan dan meredam kenaikan harga cabai rawit.

Berbagai upaya jangka pendek yang dapat dilakukan untuk menstabilkan pasokan dan meredam kenaikan harga cabai rawit dibahas dalam rakor tersebut. Salah satu solusinya dengan menggelar pasar cabai murah di 34 titik yang berlangsung dari tanggal 8-20 Maret. 

Ditjen Horti akan  mendukung pendistribusian cabai dengan fasilitasi sarana distribusi yang dimiliki. Selain itu Ditjen Horti juga menyusun perjanjian kerjasama dengan RNI dalam upaya stabilisasi pasokan ini.

KEYWORD :

Warta DPD Ketua DPD LaNyala Mattalitti Cabai Kementan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :