Wakil Menteri Luar Negeri China, Zheng Zeguang memanggil Duta Besar AS, Terry Branstad. Ia menyampaikan pernyataan serius terkait sanksi itu.
Pemerintah China dan Rusia bereaksi keras terhadap babak lain sanksi pemerintah Amerika Serikat. Bahkan kedua negara tersebut memperingatkan Trump untuk tidak bermain api.
Gedung Putih juga memasukkan 33 orang dan entitas yang terkait dengan militer dan intelijen Rusia, ke dalam catatan yang diatur undang-undang 2017, yang dikenal Melawan Adversaris Amerika Melalui Sanksi, atau CAATSA.
Trump memperingatkan Eropa, Asia dan Timur Tengah segera berhenti mengimpor minyak Iran hingga nol sebelum 4 November atau menghadapi babak baru sanksi Amerika.
Bulan sebelumnya, seorang penasihat lama di Kementerian Energi Arab Saudi juga mengatakan, sanksi AS saat ini terhadap Iran tidak mungkin menghentikan ekspor minyak Iran sepenuhnya.
Orang jadi harus berpikir kreatif sejak dijatuhkan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat yang berlangsung puluhan tahun.
Sejak itu, Washington menjatuhkan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran, yang menargetkan sektor perbankan negara ini.
Di tengah pertumbuhan ekonomi, isu-isu seperti perang perdagangan AS-China, kebijakan moneter ketat AS, kenaikan harga minyak dan sanksi perdagangan Iran sangat mengkhawatirkan.
Pembatasan dalam sanksi itu di antaranya melarang penjualan senjata dan ekspor barang penggunaan ganda dan teknologi ke Rusia, serta penyediaan bantuan luar negeri.
China pengimpor besar minyak Iran karena itu tidak masuk akal jika Beijing setuju untuk menyetujui sanksi sepihak Gedung Putih terhadap Iran.