Pada Minggu (14/10), Saudi mengultimatum akan menjatuhkan sanksi kepada negara yang getol menuduh Saudi berada di balik kasus tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai mata uang Iran turun tajam dalam mengantisipasi sanksi baru AS, didorong sebagian oleh permintaan besar untuk dolar di kalangan rakyat Iran yang mencoba melindungi tabungan mereka.
Sebuah laporan di majalah India Today mengatakan India melibatkan sekutunya dan mitra di seluruh dunia untuk mencari solusi atas sanksi minyak Amerika Serikat (AS) yang berlaku pada 4 November mendatang.
Putusan pengadilan Jumat mengakhiri gesekan atas kasusnya yang menyebabkan krisis dalam hubungan antara kedua sekutu NATO. Washington menjatuhkan sanksi pada Ankara, yang berekor pada jatuhnya mata uang Turki.
Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah terpengaruh oleh sanksi apapun dari Amerika Serikat (AS).
India akan membeli sembilan juta barel minyak Iran pada November, mengindikasikan importir minyak terbesar ketiga dunia akan terus mengimpor minyak Iran meskipun sanksi AS mulai berlaku pada 4 November.
Kedua sumber mengatakan India akan membeli sembilan juta barel minyak dari Iran pada November, terlepas dari sanksi Gedung Putih yang akan berlaku pada 4 November.
Keputusan itu sekali lagi membuktikan bahwa Tehran selama ini sudah benar, dan sanksi AS terhadap warga Iran adalah ilegal dan kejam.
Ini terjadi setelah AS memutuskan untuk memastikan pasar minyak mentah dipasok dengan baik, sebelum pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran.
Langkah itu dilakukan dua hari setelah Washington menghukum departemen militer China karena membeli jet tempur dan rudal dari Rusia, pelanggaran sanksi sebelumnya.