Bulan November warga Iran akan mengalami kesulitan ekonomi
Uni Eropa pertimbangkan sanksi penjualan senjata ke Arab Saudi.
Keputusan ini muncul setelah Presiden Hassan Rouhani mengatakan Washington terisolasi di antara sekutunya dalam konfrontasinya dengan Iran.
Juru bicara pemerintah Prancis mengatakan negaranya akan memberikan sanksi-sanksi kepada Arab Saudi, tak hanya sebatas menghentikan penjualan senjata saja
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Mogherini mengumumkan bahwa blok tersebut telah menciptakan mekanisme pembayaran baru untuk memungkinkan negara-negara lain melakun transaksi dengan Iran tanpa takut sanksi AS.
Menlu Iran yakin Iran akan mampu menghadapi sanksi-sanksi AS.
Graham yang merupakan salah satu pengkritik terkuat Arab Saudi di tengah hilangnya Khashoggi memperingatkan akan memaksakan sanksi terhadap Kerajaa.
Dilansir dari Associated Press, salah satu sanksi tersebut berhubungan dengan penjualan senjata, di mana selama ini Saudi menjadi pasar senjata AS.
Sanksi yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump dinilai sebagai biang kerok yang menghalangi kemajuan perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan.
Setelah Washington 8 Mei dari Kesepakatan Iran, AS memberikan waktu 90 hingga 180 hari ke negara-negara lain untuk merombak pakta nuklir 2015 sebelum memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran pada 4 November.