Amerika Serikat akan menerapkan kembali sanksi kedua untuk Iran yang dimulai pada hari ini, Senin (05/11).
Langkah Gedung Putih tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan AS untuk mengganggu ketertiban, keamanan dan perdamaian di Timur Tengah.
Irak sudah mengkonfirmasi kedutaan AS di Baghdad terkait posisinya di Iran.
Rusia akan terus melanjutkan perdagangan minyak mentah Iran di luar sanksi yang berlaku pada Senin itu.
Korea Utara (Korut) mengancam akan memulai kembali program nuklirnya sebagai respon atas sanksi yang masih diberlakukan Amerika Serikat kepada negara tersebut.
Uni Eropa bersama Jerman, Inggris, dan Prancis merilis sebuah pernyataan gabungan yang isinya menyesalkan pemberlakuan sanksi kembali oleh Amerika Serikat ke Iran.
Iran Air kesulitan membeli pesawat baru, jelang sanksi Amerika Serikat (AS) yang akan berlaku efektif pada Senin, 5 November 2018 besok.
Seorang analis yang memantau pengiriman minyak global, menemukan upaya cerdik kapal minyak milik Iran untuk tetap beroperasi jelang sanksi.
Amerika Serikat setuju untuk mengizinkan delapan negara, termasuk India, untuk tetap membeli minyak Iran setelah menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran minggu depan.
Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan sanksi terhadap ekspor emas Venezuela.