Turki dan AS saat ini sedang mengalami ketegangan hubungan berbatu setelah Washington menjatuhkan sanksi pada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak melepaskan Pendeta Amerika Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.
Soal perusahaan-perusahaan Iran di pabrik minyak, gas dan listrik, ia mengatakan, Irak yang mengikuti sanksi AS terhadap Iran akan sangat merugikan ekonominya.
China tidak akan menghiraukan sanksi AS terhadap Iran. Ini adalah rutinitas antara Iran dan China dan tidak ada hubungannya dengan AS.
Ancaman, sanksi hanya akan meningkatkan tekad Turki, tulis juru bicara presiden Ibrahim Kalin
Kemenlu Irak mengungkapkan bahwa negaranya menolak untuk menerapkan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut sanksi itu sebagai deklarasi perang ekonomi.
Sanksi terbaru itu merupakan respon AS atas penggunaan racun saraf Novichok, dalam upaya membunuh warga negera Inggris Sergei Skripal
Sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tidak bisa memengaruhi perusahaan-perusahaan Eropa yang ada di Teheran.
Trump memperingatkan negara-negara yang masih berbisnis dengan Iran, pasca penerapan sanksi untuk negara tersebut.
Ri memanfaatkan kehadirannya di forum itu untuk meyakinkan para peserta untuk mengurangi sanksi terhadap Korea Utara.