Aksi teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap sudah menjadi hal yang biasa.
Teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disinyalir terkait kasus korupsi yang melibatkan elite politik di tanah air.
Sejumlah pihak mengutuk keras pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Serangan air keras yang menyasar wajah Novel Baswedan diduga memiliki keterkaitan dengan kasus e-KTP yang tengah ditanganinya
Yaitu mantan pimpinan Badan Anggaran DPR RI periode 2009-2014, Olly Dondokambey dan Menteri Hukum dan HAM asal PDIP sekaligus mantan anggota Komisi II DPR RI, Yasonna Laoly.
Komisi XI DPR merespon positif berbagai masukan dari masyarakat terkait uji kelaikan dan kepatutan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Endang mengapresiasi kesigapan investigasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan bukti persekongkolan dua perusahaan asal Jepang tersebut.
Komisi III DPR menggelar rapat kerja (Raker) dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Perwakilan aksi demo 212 meminta Komisi III DPR agar memerintahkan pengadilan untuk menahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dalam kasus ini, Charles yang sebelumnya duduk di Komisi IX DPR pada periode 2009-2014 diduga menerima hadiah sebanyak Rp 9,750 miliar