Kelompok-kelompok hak asasi perempuan, menuduh Duterte melakukan percobaan pemerkosaan dan mendorong pelecehan seksual.
Sejak menjabat 2016 silam, pejabat mencatat angka kematian sudah tembus 5.000.
Duterte juga menyebut Gereja Katolik, institusi yang paling munafik dan mengatakan bahwa Tuhannya berbeda dari satu ibadah Katolik.
Seorang peneliti Filipina dengan Human Rights Watch yang berbasis di New York, Carlos Conde menilai candaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte tentang penggunaan narkoba akan menimbulkan kemarahan para keluarga pelaku narkoba yang dibantainya.
Duterte mengaku sudah mengatakan rencana tersebut kepada Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan mengunjungi Filipina.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta maaf kepada mantan presiden Barack Obama karena mengutuknya selama pidato yang diberikan pada tahun 2016 silam.
Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap peringatan Tiongkok untuk pesawat militer Filipina yang berpatroli di dekat pulau buatan
Duterte juga mendesak para militan agar memberi kesempatan pada hukum. "Anak-anak, orang tua, dan perempuanlah yang paling menderita.
Pemimpin kelompok separatis Filipina mendesak umat Islam di selatan negara tersebut untuk mendukung undang-undang otonomi baru
Langkah itu dinilai sebagai kunci untuk mengakhiri konflik di negaranya, sebagai salah satu konflik terpanjang dan paling mematikan di Asia.