Madrid, Jurnas.com - Bintang sepak bola Prancis dan kapten tim nasional Real Madrid, Kylian Mbappe, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka usai pernyataannya yang menyebut pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, sebagai seorang diktator memicu gelombang kemarahan publik.
Komentar ceroboh tersebut berdampak buruk pada lini komersial sang pemain, setelah setidaknya tiga perusahaan raksasa asal China memutuskan kontrak kerja sama sponsor secara sepihak.
Kontroversi bermula dari potongan video wawancara Mbappe menjelang penampilannya di acara bincang-bincang daring Prancis berjudul 'The Bridge' yang beredar luas di media sosial X.
Saat ditanya mengenai meme internet terlucu tentang dirinya, Mbappe menyebutkan video yang menampilkan wajahnya disunting pada tubuh seorang figur yang dia sebut sebagai diktator asal China.
Gambar suntingan tersebut memperlihatkan wajah Mbappe yang ditempelkan pada sosok Mao Zedong mengenakan setelan jas biru khas kepemimpinannya. Penggemar sepak bola di jagat maya memang sering menjuluki Mbappe sebagai diktator karena pengaruh besarnya di dalam tim, sehingga meme sosok Mao kerap beredar luas.
Menanggapi gelombang kecaman yang mengancam jaringan bisnisnya, Mbappe merilis pernyataan resmi untuk menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam. Mbappe menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan masyarakat China melalui ucapan tersebut.
"Komentar saya sangat tidak tepat, dan saya sekarang memahami bahwa hal itu menyakiti banyak orang di China dan di komunitas China di seluruh dunia," kata Mbappe dikutip dari CNA pada Rabu (28/10).
Dia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sejarah serta masyarakat China demi meredakan ketegangan politik komersial tersebut. "Saya meminta maaf kepada semua orang yang telah tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap rakyat China dan sejarah mereka, dan saya sungguh-sungguh meminta maaf," dia menambahkan.
Meskipun Mbappe telah menyampaikan permohonan maaf resmi, tiga produsen raksasa yakni Dongpeng, Mengniu, dan Milkground tetap memutus kontrak kerja sama komersial secara mendadak. Ketiga perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka menerapkan kebijakan tegas dan menolak keras segala bentuk ucapan yang merusak sentimen nasional rakyat China.
Eskalasi masalah ini makin diperparah setelah Asosiasi Sepak Bola China (CFA) melayangkan protes keras resmi kepada manajemen klub Real Madrid. Sementara itu, taipan media pemerintah China Media Group memutuskan untuk menghentikan seluruh penayangan siaran pertandingan La Liga dan mencabut iklan yang menampilkan wajah Mbappe.





