Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka memberikan persetujuan bagi Senator Brasil Flavio Bolsonaro beserta keluarganya untuk memasuki wilayah AS, menyusul kekalahan sang ayah, Jair Bolsonaro, dalam gelaran pemilihan presiden Brasil yang dinilai Trump dipenuhi kejanggalan.
Flavio Bolsonaro memutuskan meninggalkan Brasil menuju AS setelah menolak mematuhi perintah Mahkamah Agung lokal untuk menyerahkan dokumen paspor miliknya. Pihak Departemen Luar Negeri AS dilaporkan siap menerbitkan visa kunjungan resmi bagi keluarga politisi kawakan asal Amerika Selatan tersebut.
Saat memberikan keterangan kepada awak media di pangkalan militer Joint Base Andrews, Trump mengonfirmasi dukungannya terhadap kedatangan Flavio. "Tentu saja, saya akan menyetujuinya," kata Trump dikutip dari Reuters pada Rabu (28/10). Dia juga dia mendengar kabar keberadaan Flavio di Argentina.
Trump sebelumnya melayangkan penilaian kritis terhadap proses penyelenggaraan pemilu di Brasil yang memenangkan petahana sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva. "Saya pikir mereka adalah orang-orang yang baik. Pemilu tersebut sangat aneh, dan saya pikir itu mengerikan," ujar Trump.
Selain mengulas dinamika politik Brasil, Trump mengungkapkan ambisinya untuk segera menggelar pertemuan diplomatik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump mengklaim bahwa banyak kemajuan positif yang telah dicapai menuju penyelesaian konflik bersenjata di Eropa Timur.
Di sisi lain, Presiden Vladimir Putin mengarahkan kesiapan Rusia untuk melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pihak Moskow mendesak adanya jaminan keamanan komprehensif bagi kedua belah pihak serta pembentukan kerangka kerja keamanan baru bagi kawasan Eropa.
Trump menambahkan bahwa dirinya dijadwalkan melangsungkan agenda pertemuan bersama Presiden China Xi Jinping guna membahas Isu perlucutan senjata nuklir global. Selain itu, pemimpin AS tersebut juga bersiap melakoni kunjungan kerja ke Manila untuk menghadiri KTT ASEAN pada November mendatang.
Rangkaian manuver politik luar negeri ini disampaikan Trump di tengah persaingan sengit menjelang pemilu sela di AS. Berbagai jajak pendapat mengindikasikan persaingan ketat antara Partai Republik dan Partai Demokrat dalam memperebutkan kontrol kursi parlemen.





