Jakarta, Jurnas.com - Hong Kong menangguhkan impor daging unggas dan produk turunannya, termasuk telur, dari wilayah tertentu di Denmark dan Amerika Serikat setelah muncul wabah flu burung H5N1.
Kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah temuan virus flu burung yang sangat patogen di kedua wilayah.
Kantor berita Xinhua melaporkan pada Selasa, penangguhan impor berlaku untuk produk unggas dari Lolland Municipality di Denmark dan Jackson County di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat.
Pusat Keamanan Pangan Hong Kong atau Centre for Food Safety (CFS) telah menginstruksikan para importir untuk segera menghentikan pemasukan produk unggas dari kedua wilayah tersebut. Kebijakan ini mencakup daging unggas dan produk terkait, termasuk telur.
Juru bicara CFS mengatakan keputusan tersebut diambil setelah otoritas menerima pemberitahuan dari Administrasi Veteriner dan Pangan Denmark serta Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) mengenai wabah influenza unggas H5N1 yang sangat patogen di wilayah terkait.
Kebijakan Hong Kong menyasar wilayah yang dilaporkan mengalami wabah, yakni Lolland Municipality di Denmark dan Jackson County di Minnesota, Amerika Serikat. Penangguhan tersebut tidak disebut berlaku untuk seluruh wilayah Denmark maupun seluruh Amerika Serikat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya otoritas Hong Kong menjaga keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan membatasi pemasukan produk dari daerah yang terdampak wabah.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai durasi penangguhan impor maupun perkiraan waktu pencabutan kebijakan.
Flu burung H5N1 merupakan jenis influenza unggas yang sangat patogen. Dalam kasus ini, otoritas Hong Kong mengambil langkah pembatasan setelah menerima pemberitahuan resmi mengenai wabah di wilayah asal produk yang terdampak. (*)
Sumber: Anadolu





