News

Presiden Desak Perombakan Militer Hadapi Ancaman Siber

Presiden Italia Sergio Mattarella desak pembaruan besar-besaran terhadap angkatan bersenjata negaranya untuk menghadapi ancaman serangan siber hingga perang AI
Presiden Italia Sergio Mattarella (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Italia Sergio Mattarella mendesak pembaruan besar-besaran terhadap angkatan bersenjata negaranya untuk menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang. Ia menyoroti meningkatnya serangan siber, penyebaran disinformasi, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem otonom dalam konflik bersenjata.

Seruan tersebut disampaikan Mattarella dalam pesan kepada Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto pada Rabu, sebagaimana dilaporkan kantor berita ANSA. Ia menilai perubahan teknologi dalam peperangan menuntut militer Italia segera menyesuaikan kemampuan dan strategi pertahanannya.

Mattarella mengingatkan bahwa konflik bersenjata konvensional masih berlangsung di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa. Namun, ancaman dalam konflik modern kini semakin kompleks karena disertai operasi disinformasi, serangan siber, serta pemanfaatan teknologi baru.

Menurutnya, penggunaan kecerdasan buatan dan sistem otonom dalam aktivitas bermusuhan menjadi perkembangan yang mengkhawatirkan. Teknologi tersebut memperluas tantangan keamanan yang harus diantisipasi oleh angkatan bersenjata.

Karena itu, Mattarella menilai militer Italia membutuhkan kapasitas pembaruan yang mendalam agar mampu merespons perubahan lingkungan keamanan dengan cepat.

“Situasi ini membutuhkan kemampuan pembaruan yang mendalam, untuk segera mengintegrasikan teknologi baru dan memastikan kemampuan nyata dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata Mattarella. (*)

Sumber: Anadolu