London, Jurnas.com - Pria Inggris, Karl Bushby, akhirnya mengakhiri aksinya berjalan kaki mengelilingi dunia selama hampir tiga dekade pada Senin (2/11)). Petualang berusia 57 tahun tersebut menyelesaikan perjalanan sejauh 31.000 mil atau sekitar 49.889 kilometer di tempat dia dibesarkan di Hull, Inggris.
Ratusan pendukung bersorak kegirangan menyambut kedatangan Bushby di alun-alun kota kelahirannya. Seluruh petualangan ekstrem ini ia tempuh murni dengan tenaganya sendiri, melintasi hutan belantara Amerika Tengah, lautan es antara Alaska dan Rusia, hingga berenang menyeberangi Selat Inggris.
"Setelah 28 tahun, Anda tidak bisa meminta lebih dari ini," ungkap Bushby kepada kerumunan warga, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (3/11).
Sembari mengutarakan kebahagiaannya, dia mendorong troli berisi barang-barang pribadinya, serta sebuah ban cadangan menuju rumah keluarganya. Di sana, Bushby disambut oleh ibunya Angela, ayahnya Keith, putranya Adam yang berusia 36 tahun, dan cucu perempuannya yang berusia 12 tahun.
Awal Perjalanan dan Berbagai Rintangan Ekstrem
Mantan prajurit Resimen Parasut Angkatan Darat Inggris berusia 20-an ini memulai penjelajahannya setelah perceraian yang dialaminya. Dia terinspirasi oleh pertanyaan ayahnya tentang kemungkinan seseorang berjalan kaki dari London ke New York.
Dengan bermodalkan tenda, uang beberapa ratus dolar, dan kamera plastik murah, Bushby mengawali langkahnya dari Chili ke utara melintasi Benua Amerika, menyeberang dari Alaska ke Rusia, Mongolia, Cina, hingga Eropa setelah berenang menyeberangi Laut Kaspia.
Awalnya, Bushby mengira misi ini dapat dituntaskan dalam waktu 10 tahun. Namun, perjalanan tersebut memakan waktu jauh lebih lama akibat berbagai hambatan fisik dan hukum yang tak terduga.
Dia sempat dipenjara di Panama, ditodong senjata api di Meksiko, serta ditahan oleh otoritas Rusia karena tuduhan melintasi perbatasan secara ilegal. Selain itu, krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19 turut memperpanjang masa penundaannya.
"Inilah bentuk petualangan di abad ke-21," ujar Bushby. "Separuh dari perjuangan ini secara harfiah adalah menghadapi masalah birokrasi dan geopolitik, bukan sekadar hambatan lingkungan. Ada kalanya satu-satunya solusi hanyalah menunggu," lanjutnya.
Rencana Masa Depan Bushby
Dari total 28 tahun pengembaraannya, Bushby mengungkapkan bahwa dia hanya menghabiskan sekitar 15 tahun secara efektif untuk berjalan kaki di jalur lintasan. Sisa waktu selebihnya terpaksa dia manfaatkan untuk kembali ke Meksiko secara berkala guna mengurus perpanjangan visa, kendala logistik, serta menjalin kesepakatan sponsor media dan korporat.
Kini, kisah pengembaraannya yang luar biasa tengah diangkat ke dalam sebuah film dokumenter panjang yang masuk dalam tahap produksi. Selain itu, Bushby juga berencana untuk menggelar tur ceramah di berbagai wilayah Inggris dalam beberapa minggu mendatang untuk membagikan pengalaman hidupnya.






