Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, serta ancaman banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin, (2/8).
Hal ini diakibatkan adanya pergerakan atmosfer pada masa peralihan musim serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 91B di Teluk Benggala yang bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG, menjelaskan bahwa intensitas sistem bibit siklon tersebut diprediksi menurun saat bergerak memasuki daratan India dalam kurun 48 hingga 72 jam ke depan dengan kecepatan angin maksimum 15 knot.
"Bibit siklon Tropis 91B diprediksi berada di Teluk Benggala dengan pergerakan ke arah barat-barat laut menjauhi Indonesia," ujar Sastiap dalam tayangan Youtube dipantau di Jakarta, Senin (2/11).
Meski demikian, ia mengatakan bahwa peluang sistem ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam dua hingga tiga hari mendatang masih berada pada kategori sedang hingga tinggi.
BMKG secara khusus menerbitkan peringatan keselamatan bagi sektor penerbangan terkait kemunculan awan hujan Cumulonimbus di berbagai wilayah udara nasional.
Wilayah udara yang berpotensi terdampak meliputi Aceh, Sumatra Utara, Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias dan Mentawai, Samudra Hindia Selatan Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Laut Sulawesi bagian tengah, Maluku, hingga seluruh kawasan Papua.
Di kawasan daratan, BMKG memprakirakan potensi hujan petir melanda Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, dan Manado, sedangkan potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Semarang, Denpasar, dan Nabire. Adapun hujan ringan berpotensi turun di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, Mataram, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ambon, Sorong, Jayawijaya, serta Merauke. Sementara kota Banda Aceh, Pangkal Pinang, Surabaya, Kupang, Makassar, Kendari, Ternate, dan Manokwari diprediksi berawan tebal, Bandar Lampung dan Jayapura diliputi asap atau kabut, serta Yogyakarta mengalami kondisi udara kabur.
Sektor maritim juga menerima peringatan gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter di Samudra Pasifik Utara Maluku. Masyarakat pesisir diminta mengantisipasi potensi banjir rob akibat pasang air laut di Pesisir Utara Jakarta, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Jawa Tengah, dan Pesisir Kalimantan Selatan. Menutup keterangannya, Sastiap mengimbau publik untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca resmi.
"Waspadai terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Pantau terus informasi cuaca dan sesuaikan aktivitas dalam melakukan perjalanan," tutupnya.





