News

AS Bakal Larang Panggilan Langsung dari Nomor China

AS berencana melarang nomor China melakukan panggilan langsung ke nomor telepon AS dengan alasan keamanan nasional.
Ketua FCC Brendan Carr (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) berencana melarang nomor China melakukan panggilan langsung ke nomor telepon AS dengan alasan keamanan nasional, serta mencegah panggilan otomatis terkait penipuan.

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan pemungutan suara pada 19 November mendatang mengenai proposal untuk melarang China Mobile, China Telecom, China Unicom, dan penyedia layanan berbasis IP lainnya dari akses langsung.

Bagi provider telekomunikasi yang menyediakan Voice over Internet Protocol (VoIP), teknologi yang mengubah suara menjadi data digital dan mengirimkannya melalui koneksi broadband, akses langsung merupakan pilihan yang jauh lebih murah dan memudahkan untuk menawarkan fitur-fitur canggih.

"Dengan keputusan ini, FCC akan memperkuat lini pertahanan pertama kami terhadap pelaku kejahatan dan penelepon otomatis ilegal," kata Ketua FCC Brendan Carr dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (30/10). Kedutaan Besar China tidak segera memberikan komentar.

FCC menambahkan bahwa mereka berencana untuk melarang penyedia layanan berbasis IP yang menggunakan peralatan dari perusahaan-perusahaan dalam daftar FCC, yang menimbulkan risiko keamanan nasional, termasuk Huawei atau ZTE.

Lembaga tersebut akan melarang semua laboratorium China untuk menguji elektronik AS pada Desember 2028, dan diperkirakan juga mencabut otorisasi nomor langsung untuk perusahaan-perusahaan China yang dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional.

FCC sebelumnya telah melarang China Mobile, China Telecom, dan China Unicom untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional ke AS. Langkah-langkah lain yang sedang dipertimbangkan termasuk melarang provider-provider tersebut terhubung ke jaringan AS dan mengoperasikan pusat data mereka di AS.

AS Khawatirkan Spionase China

Diketahui, dikutip dari CNA, kekhawatiran tentang potensi terjadinya spionase dan bahaya lainnya yang dapat timbul dari akses China terhadap data dan infrastruktur telekomunikasi AS meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada akhir 2024, Washington mengatakan bahwa sebuah kelompok spionase siber yang disponsori China, Salt Typhoon, mencuri catatan panggilan konsumen, data panggilan AS, dan menyusup ke perusahaan telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi AS. FBI menyatakan ancaman dari kelompok tersebut masih berlanjut hingga tahun ini.

Sementara itu, pada Juli lalu, FCC menambahkan Digitalsystem Technology yang berbasis di California ke dalam daftar perusahaan yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS, dengan alasan keterkaitannya dengan perusahaan telekomunikasi China dan kepemilikannya oleh warga negara China.