JAKARTA, Jurnas.com – Menjelang satu abad, tepatnya 98 tahun Sumpah Pemuda, Swarna Dwipa Institute (SDI), sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan politik akan menggelar Dialog Nasional untuk Negeri “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda Indonesia” bertempat di Museum Sumpah Pemuda pada Sabtu (31/10/2026).
Dialog nasional yang mengambil tema: Pemikiran, Semangat & Implementasi Menuju Indonesia Emas” ini akan menghadirkan para tokoh nasional dari beragam kalangan, seperti Anggota DPR RI H. Slamet Ariyadi, Akademisi Franz Magnis Suseno, Aktifis Agenda 45 Warsito Ellwein, Aktifis Perhimpunan INTI Ulung Rusman, dan Peneliti Senior dari SDI Febby Lintang.
Sedangkan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hak Asasi Manusia RI (Kementerian HAM RI) Mugiyanto Sipin akan membawakan pidato kunci atau keynote speech dan sekaligus membuka dialog.
Founder SDI Frans Immanuel Saragih mengatakan, dialog nasional ini sebagai pengingat akan semangat Sumpah Pemuda demi persatuan bangsa Indonesia yang melampaui sekat-sekat perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.
“Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menegaskan persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia,” kata Frans melalui keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Menurut Frans, nilai-nilai Sumpah Pemuda, menjadi fondasi penting bagi dalam membangun semangat persatuan bangsa untuk menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.
“SDI ingin mengambil posisi sebagai titik temu, titik himpun, sekaligus titik gerak bagi beragam unsur dan golongan yang ada masyarakat untuk membawa masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera,” ujar Frans.
Menurutnya, memperjuangkan dan mewujudkan Indonesia sebagai negara besar dan maju tidak cukup hanya mengandalkan satu kelompok atau golongan masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen bangsa yang memiliki semangat dan tujuan bersama.
“Dalam konteks itulah SDI kerap mengadakan dialog nasional, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pendiri bangsa Indonesia yang selalu menempuh jalan dialog untuk mengatasi berbagai persoalan demi terwujudnya cita-cita berbangsa dan bernegara.” kata Frans.
Selain dialog kebangsaan, pada kesempatan yang sama, SDI juga akan memberikan penghargaan atau award kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah memberikan keteladanan dan kontribusi positif bagi perjalanan membangun negara dan bangsa Indonesia.






