News

Xi Jinping Minta PM Jepang Belajar dari Pemimpin Terdahulu

Presiden China, Xi Jinping, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (Foto: CNA)

Beijing, Jurnas.com - Presiden China Xi Jinping secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda. Di saat bersamaan, Xi menyerukan kepada jajaran kepemimpinan Jepang saat ini untuk menjaga landasan politik hubungan bilateral yang sedang merenggang sejak akhir tahun lalu.


Mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis lalu akibat gagal jantung dalam usia 90 tahun. Selama masa jabatannya yang terbilang singkat, Fukuda dikenal aktif mengupayakan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara tetangga di Asia, khususnya China.


Dalam pesan resmi yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Xinhua, Xi Jinping menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pandangan politik Fukuda semasa hidupnya. Xi menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok politisi Jepang yang berintegritas tinggi serta memiliki tanggung jawab besar.


Dikutip dari CNA pada Rabu (28/10), Xi juga menyebut sosok mantan pimpinan pemerintahan Jepang tersebut sebagai sahabat lama bagi seluruh rakyat China. Dalam pesan duka cita resminya, Xi menyatakan bahwa Fukuda "menjunjung tinggi pandangan sejarah yang benar".


Pernyataan Xi tersebut menjadi referensi langsung yang cukup langka terkait hubungan diplomatik kedua negara yang mengalami penurunan signifikan. Hubungan bilateral antara Beijing dan Tokyo terperosok ke tingkat terendah setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025 memicu kemarahan pemerintah China.


Takaichi saat itu mengisyaratkan kemungkinan pengerahan militer Jepang apabila aksi China terhadap Taiwan mengancam wilayah kedaulatannya. Pemerintah Beijing mengecam keras pernyataan tersebut sebagai ucapan yang sangat buruk serta mendesak agar Takaichi segera menarik kembali ucapannya.


Sebagai bentuk balasan diplomatik, China mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang dan melarang ekspor barang berdaya guna militer termasuk tanah langka. Dalam pesan terbarunya, Xi menekankan harapannya agar para pimpinan Jepang saat ini dapat menghargai usaha generasi politisi terdahulu.


"Kami berharap para pemimpin Jepang saat ini menghargai kerja keras dan upaya yang telah dilakukan oleh generasi politisi terdahulu, mematuhi empat dokumen politik antara China dan Jepang, dan secara sungguh-sungguh menjaga landasan politik hubungan bilateral," tulis Xi.